mardiahhasyim

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

PERAN BLENDED LEARNING BAGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH

pada Juli 25, 2012

I.PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan suatu cara yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada diri peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun.
Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.
Pembelajaran merupakan kegiatan belajar agar siswa dapat mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, peserta didik dituntut untuk mampu belajar berkomunikasi dan berkreasi sesuai dengan empat keterampilan berbahasa yang telah ditentukan. Untuk itu, belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi antara satu dengan yang lain. Belajar bahasa Indonesia di sekolah merupakan pokok dari proses pendidikan di sekolah. Belajar merupakan alat utama dalam mencapai tujuan pembelajaran sebagai unsur proses pendidikan di sekolah.
Proses pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah, menuntut seorang guru untuk berinovasi terutama dalam menggunakan sumber dan media pembelajaran, agar kegiatan belajar mengajar lebih hidup dan membuat siswa terpancing untuk mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia sepenuhnya. Pembelajaran bukan hanya dilakukan melalui tatap muka di kelas saja, melainkan siswa bisa belajar di rumah, sehingga proses pembelajaran tidak terhenti di dalam kelas saja, melainkan siswa dapat meneruskannya di rumah. Untuk itu penulis mencoba menggunakan model pembelajaran berbasis ICT yaitu Blended Learning untuk memberikan kesan hidup dan fresh untuk kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia.
Blended Learning sebagai kombinasi karakteristik pembelajaran tradisional dan lingkungan pembelajaran elektronik atau Blended e-Learning menggabungkan aspek Blended e-Learning seperti pembelajaran berbasis web, streaming video, komunikasi radio synchronous, dan asynchronous dengan pembelajaran tradisional atau tatp muka, sehingga judul artikel ilmiah ini adalah Peran Blended Learning bagi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah.

B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka dapat dirumuskan permasalahan dalam artikel ilmiah ini yaitu “Bagaimana Peran Blended Learning bagi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah”?

C.Tujuan
Tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah untuk mengetahui peran serta manfaat Blended Learning bagi pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah, sehingga pembelajaran Blended Learning dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai salah satu pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajara dan dapat menciptakan aktivitas pembelajaran yang menarik.

II.TINJAUAN PUSTAKA
A.Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa,yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui (diturut) ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi “pembelajaran”, yang berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan sehingga anak didik mau belajar. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.
Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi antara satu dengan yang lain. Belajar bahasa Indonesia di sekolah merupakan pokok dari proses pendidikan di sekolah. Belajar merupakan alat utama dalam mencapai tujuan pembelajaran sebagai unsur proses pendidikan di sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut, kita harus mengetahui tujuan dan peran pembelajaran bahasa Indonesia.
Pada masa sekarang pembelajaran terkaitkan dengan belajar, maka dalam merancang aktivitas pembelajaran guru harus belajar dari aktivitas belajar siswa. Aktivitas belajar siswa harus dijadikan tolak dalam merancang pembelajaran.
Pembelajaran yang dimaksudkan terciptanya suasana sehingga siswa belajar. Dahulu, ketika pembelajaran dimaksudkan sebagai sekadar penyampaian ilmu pengetahuan, pembelajaran tak terkait dengan belajar termasuk tujuannya. Sebab, jika guru telah menyampaikan ilmu pengetahuan, tercapailah maksud dan tujuan pembelajaran tersebut.
Pengertian pembelajaran tercipta melalui beberapa halatau konteks, seperti:
1.Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
2.Pembelajaran adalah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan.
3.Pembelajaran adalah proses komunikasi dua arah yang mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan yang belajar dilakukan oleh pihak peserta didik atau siswa.
Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Standar kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap yang baik terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kurikulum ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global. Dengan standar kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia ini diharapkan: (a) Peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil pengetahuan bangsa sendiri. (b) Guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar. (c) Guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya. (d) Orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan daan kesastraan di sekolah. (e) Sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia. Selain itu, pembelajaran bahasa Indonesia juga memiliki tujuan, sebagai berikut.
a.Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis.
b.Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
c.Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
d.Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

A.Peran Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Standar kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap yang baik terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kurikulum ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global. Dengan standar kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia ini diharapkan:
a.Peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil pengetahuan bangsa sendiri.
b.Guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar.
c.Guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya.
d.Orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan daan kesastraan di sekolah.
e.Sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia.
Menurut Eggen & Kauchak (1998) menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif, yaitu:
1.siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan, menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan,
2.guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran,
3.aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian,
4.guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi,
5.orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir, serta
6.guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru.

B.Hakikat Blended Learning
Secara etimologi Blended Learning terdiri dari dua kata yaitu Blended dan Learning. Kata Blend berarti campuran, bersama untuk meningkatkan kualitas agar bertambah baik sedangkan Learning secara umum memilik makna belajar. Dengan begitu memiliki pengertian bahwa pembelajaran yang mencampurkan dua unsur utama yaitu pembelajaran di kelas dan online learning.
Blended Learning sebagai kombinasi karakteristik pembelajaran tradisional dan lingkungan pembelajaran elektronik atau Blended e-Learning menggabungkan aspek Blended e-Learning seperti pembelajaran berbasis web, streaming video, komunikasi radio synchronous, dan asynchronous dengan pembelajaran tradisional atau tatp muka.
Menurut Hartoyo, Blended Learning berangkat dari kelebihan yang ada pada pembelajaran tradisional, sehingga Blended Learning bertujuan untuk menggabungkan keuntungan e learning dengan kelebihan yang ada pada pembelajaran tradisional. Praktisnya Blended Learning menawarkan kemungkinan untuk memperoleh keuntungan dari kelas yang mendukung interaksi secara langsung dan fleksibilitas dari pembelajaran online.
Dari definisi di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa Blended Learning adalah kombinasi atau penggabungan pendekatan aspek Blended Learning yang berupa pembelajaran berbasis web, streaming video, komunikasi radio synchronous, dan asynchronous dalam jalur Blended Learning system LMS dengan pembelajaran tradisional.
Menurut Rusman dan Kurniawan, Blended Learning juga memiliki karakteristik, sebagai berikut.
1.Ketetapan sumber suplemen untuk program belajar yang berhubungan selama garis tradisional sebagian besar, melalui institusional pendukung belajar virtul.
2.Transformatif tingkat praktik pembelajaran didukung oleh rancangan pembelajaran sampai mendalam
3.Pandangan mnyeluruh tentang teknologi untuk mendukung pembelajaran.
Berdasarkan penjelasan di atas, karakteristik Blended Learning adalah sumber suplemen, dengan pendekatan tradisional juga mendukung lingkungan belajar virtual melalui suatu lembaga, rancangan pembelajaran yang mendalam pada saat perubahan tingkatan praktik pembelajaran dan pandangan tentang semua teknologi digunakan untuk mendukung pembelajaran. Penerapan suatu model pembelajaran harus berdasarkan teori belajar yang cocok untuk proses pembelajaran agar kelangsungan proses tersebut dapat sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Karena model ini adalah model pembelajaran campuran maka teori yang digunakan pun terdiri dari berbagai teori belajar yang dikemukakan oleh beberapa ahli dengan disesuaikan situasi dan kondisi peserta belajardan istitusi yang digunakan.

III.ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Standar kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia merupakan kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap yang baik terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kurikulum ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global.
Dengan standar kurikulum mata pelajaran bahasa Indonesia ini diharapkan: (a) Peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil pengetahuan bangsa sendiri. (b) Guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar. (c) Guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya. (d) Orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan daan kesastraan di sekolah. (e) Sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia.
Poin “b” pada pernyataan di atas yang berbunyi “Guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar”, mengandung makna bahwa pembelajaran bahasa Indonesia sebaiknya dipusatkan pada pengembangan kompetensi atau keterampilan, dalam hal ini tugas guru adalah menyediakan berbagai fasilitas dan sumber belajar untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk itu, penulis mencoba menerapkan Blended Learning dalam upaya mencapai harapan tersebut.
Blended Learning adalah kombinasi atau penggabungan pendekatan aspek Blended Learning yang berupa pembelajaran berbasis web, streaming video, komunikasi radio synchronous, dan asynchronous dalam jalur Blended Learning system LMS dengan pembelajaran tradisional. Blended Learning berangkat dari kelebihan yang ada pada pembelajaran tradisional, sehingga Blended Learning bertujuan untuk menggabungkan keuntungan e learning dengan kelebihan yang ada pada pembelajaran tradisional. Praktisnya Blended Learning menawarkan kemungkinan untuk memperoleh keuntungan dari kelas yang mendukung interaksi secara langsung dan fleksibilitas dari pembelajaran online.
Pada awalnya Blended Learning hanya digunakan oleh Perguruan Tinggi atau Pendidikan Terbuka yang menyelenggarakan pendidikan jarak jauh, namun dengan adanya Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 107/U/2001 (2 Juli 2001) tentang “Penyelenggaraan Program Pendidikan Tinggi Jarak Jauh”, maka dengan mudah Blended Learning dapat dimanfaatkan dibidang pendidikan lebih luas lagi dan pembelajaran bahasalah salah satunya.
Dengan diterapkannya Blended Learning, proses pembelajaran bahasa Indonesia terasa lebih segar dan fresh karena guru dapat memanfaatkan fasilitas yang terdapat pada Blended Learning sebagai media sekaligus sumber belajar bahasa Indonesia. Berikut ini peran Blended Learning bagi pembelajaran bahasa Indonesia.
1.Blended Learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan-pelatihan tentang materi pelajaran maupun ilmu kebahasaan secara online.
2.Blended Learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis computer), sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi. Selain itu, dengan adanya perangkat-perangkat tersebut, siswa merasa termotivasi dan tertantang.
3. Blended Learning tidak berarti menggantikan model pembelajaran konvensional di kelas, tetapi melengkapi kekurangan yang ada pada model tersebut.
4.Melengkapi kapasitas guru yang terbatas. Kapasitas guru amat beragam tergantung pada bentuk isi dan cara penyamapaiannya. Makin baik keselarasan antarconten dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas siswa yang pada gilorannya akan member hasil yang lebih baik.
5.Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, di mana guru dan siswa dan sesana siswa atau guru dapat berkomunikasi lebih mudah dengan tanpa dibatasi oleh-oleh hal yang bersifat resmi.
6.Memanfaatkan keunggulan dan kelebihan computer
7.Menggunakan bahan ajar mandiri disimpan di computer sehingga dapat diakses guru dan siswa kapan saja dan di mana saja, tidak terikat oleh ruang dan waktu.
8. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, dan hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat kapan saja.
9. Materi pembelajaran yang disampaikan mellaui teks, grafik, animasi, simulasi, dan sebagainya dapat memudahkan proses pembelajaran yang ada.

IV.SIMPULAN DAN REKOMENDASI
Blended Learning adalah kombinasi atau penggabungan pendekatan aspek Blended Learning yang berupa pembelajaran berbasis web, streaming video, komunikasi radio synchronous, dan asynchronous dalam jalur Blended Learning system LMS dengan pembelajaran tradisional. Blended Learning berangkat dari kelebihan yang ada pada pembelajaran tradisional, sehingga Blended Learning bertujuan untuk menggabungkan keuntungan e learning dengan kelebihan yang ada pada pembelajaran tradisional. Praktisnya Blended Learning menawarkan kemungkinan untuk memperoleh keuntungan dari kelas yang mendukung interaksi secara langsung dan fleksibilitas dari pembelajaran online.
Berikut ini peran Blended Learning bagi pembelajaran bahasa Indonesia.
1.Blended Learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis computer), sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi. Selain itu, dengan adanya perangkat-perangkat tersebut, siswa merasa termotivasi dan tertantang.
2.Blended Learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan-pelatihan tentang materi pelajaran maupun ilmu kebahasaan secara online.
3.Blended Learning tidak berarti menggantikan model pembelajaran konvensional di kelas, tetapi melengkapi kekurangan yang ada pada model tersebut.
4.Melengkapi kapasitas guru yang terbatas. Kapasitas guru amat beragam tergantung pada bentuk isi dan cara penyamapaiannya. Makin baik keselarasan antarconten dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas siswa yang pada gilorannya akan member hasil yang lebih baik.
5.Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, di mana guru dan siswa dan sesana siswa atau guru dapat berkomunikasi lebih mudah dengan tanpa dibatasi oleh-oleh hal yang bersifat resmi.
6.Memanfaatkan keunggulan dan kelebihan computer
7.Menggunakan bahan ajar mandiri disimpan di computer sehingga dapat diakses guru dan siswa kapan saja dan di mana saja, tidak terikat oleh ruang dan waktu.
8.Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, dan hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat kapan saja.
9.Materi pembelajaran yang disampaikan mellaui teks, grafik, animasi, simulasi, dan sebagainya dapat memudahkan proses pembelajaran yang ada.

V.DAFTAR PUSTAKA
Hartoyo. 2012. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Semarang: Pelita
Insani

Rusli. 2012. ICT dan Pembelajaran. Jakarta:Referensi.

Rusman dan Deni Kurniawan. 2011. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Rajawali Press.

Sutrisno. 2012. Kreatif Mengembangkan Aktivitas Pembelajaran Berbasis TIK. Jakarta:Referensi.

http://belajarpsikologi.com/pengertian-dan-tujuan-pembelajaran/

menurut-kamus-bahasa-Indonesia (Diunduh pada Rabu, 11 Juli 2012 pukul 13.00).

http://belajarpsikologi.com/pengertian-dan-tujuan-pembelajaran/

http://krisna1.blog.uns.ac.id/2009/10/19/pengertian-dan-ciri-ciri- pembelajaran/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: